Agens128.co

Agen Bola Sabung Ayam Togel Tangkas dan Poker Online

Segalanya Tentang Asian games

Segalanya Tentang Asian games – Asian games yang disebut juga dengan pesta olahraga di Indonesia yang merupakan sebuah ajang olahraga yang hanya diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Asian games yang pada awal nya merupakan sebuah pesta olahraga kecil yang bernama dengan far eastern championship games yang dengan sengaja diadakan untuk menunjukkan kerja sama dan kesatuan dari tiga negara berbeda ( jepang, Filipina dan juga tiongkok ).

far eastern championship games

Tepatnya pada tahun 1913, salah satu kota di Filipina yaitu manila terpilih menjadi tuan rumah dari far eastern championship games untuk pertama kali nya. Setelah 25 tahun jalannya pesta olahraga kecil di berhentikan dikarenakan pada tahun 1938 negara jepang menyerang negara tiongkok dan melakukan aneksasi terhadap negara Filipina yang menjadi salah satu pemicu perluasan zona perang dunia kedua ke wilayah samudra pasifik.

Awal Mula Terbentuknya Asian Games

Setelah perang dunia kedua sudah berakhir, tepatnya pada tahun 1945 sejumlah negara di asia menerima kemerdekaannya. Negara – negara yang mengikuti far eastern championship games menginginkan sebuah kompetisi yang baru dimana seluruh benua asia tidak ditunjukkan dengan kekerasan dan kekuatan benua asia kuat dikarenakan saling membahu satu sama lainnya. Pada bulan agustus 1948, pada saat sedang terdapat olimpiade di negara London, seorang perwakilan dari negara india yang bernama Guru Dutt Sondhi pun mengusulkan kepada para pemimpin kontigen yang berasal dari berbagai negara di asia untuk mengadakan sebuah pesta olahraga Asian games. Source : Wikipedia.

Seluruh perwakilan dari negara asia tersebut menyetujui dengan adanya Asian games, dan akhirnya membentuk sebuah federasi atletik asia. Para panitia persiapan FAA dibentuk untuk membuat sebuah rancangan piagan untuk federasi atletik amatir seluruh asia. Para tahun 1949 bulan februari, federasi atletik asia pun terbentuk dan menggunakan nama federasi Asian games atau Asian games federation. Dalam perundingan, AGF pun setuju bahwasannya Asian games akan di selenggarakan setiap 4 tahun sekali.

Sesuai dengan kesepakatan dalam sebuah pertemuan tersebut juga Asian games federation, peserta sepakat untuk mengadakan Asian games yang pertama kalinya di negara india tepat nya di kota new delhi pada tahun 1951. Asian games di kota new delhi diselenggarakan pada tanggal 4 hingga 11 maret 1951. Asian games pertama kali ini diikuti sebanyak 489 atlet dari 11 Komite Olimpiade Nasional (NOC) yaitu Afghanistan, Burma, Srilangka, India, Indonesia, Iran, Jepang, Nepal, Filipina, singapura, dan juga thailand. Pesta olahraga Asian games diresmikan langsung oleh presiden India Rajendra Prasa di stadium Nasional Dhyan Chand. Sebanyak 169 medali emas dipersiapkan dan mempertandingkan enam cabang olahraga seperti atletik, akuatik (renang, loncat indah, dan polo air), bola basket, balap sepeda jalur trek dan juga jalan raya, angkat beban dan juga sepak bola. Pada saat itu, negara jepang menjadi negara pertama yang berhasil menjadi juara dalam Asian games yang diselenggarakan di kota new delhi, india.

Pada tahun 1962, Indonesia pun akhirnya menjadi tuan rumah untuk Asian games IV yang berlokasi di Jakarta dan di resmikan oleh Presiden Soekarno di Stadion GBK. Tepatnya pada tanggal 24 agustus pesta olahraga yang ke IV di mulai dan berakhir pada tanggal 4 september 1962. indonesia terpilih sebagai tuan rumah asian games IV itu ditentukan oleh hasil dari voting yang dilakukan pada tanggal 23 mei 1958 oleh para federasi asian games di kota tokyo, jepang. Sebelum Asian games 1958 dimulai tepatnya tanggal 23 mei 1958. Dari hasil pemungutan suara yang diikuti oleh dua calon tuan rumah Asian Games 1962, yaitu Pakistan dan Indonesia, sebanyak 22 suara memilih Jakarta sebagai tuan rumah selanjutnya yaitu asian games yang ke IV dan jumlah suara ini mengungguli kota Karachi, ibu kota Pakistan yang hanya berhasil meraih 20 suara. Sehingga, pada saat itu juga jakarta resmi ditetapkan menjadi tuan rumah Asian Games IV.

persiapan-indonesia-1962-asian-games

Persiapan Indonesia dalam mempersiapkan Asian games pada tahun 1962

Sejak resmi terpilih sebagai tuan rumah Asian games di tahun 1958, Indonesia hanya mempunyai waktu kurang dari 4 tahun untuk mempersiapkan pelaksanaan Asian games di Jakarta. Beberapa pembangunan insfrastruktur dan gedung olah raga dilakukan. Soekarno yang sebagai presiden Indonesia pada saat itu menekankan “ Bahwa tidak masalah berapapun biaya yang akan di keluarkan, tidak akan menjadi masalah untuk bung karno asalkan harga diri dan martabat Indonesia di akui dimata negara lain ” berikut ini adalah proses pembangunan fasilitas olahraga terbesar di Indonesia yang kini kita sebut sebagai Gelora Bung Karno.

• 8-2-1960 – Ir. soekarno menancapkan tiang pancang Stadion GBK sebagai pencanangan pembangunan kompleks Asian Games IV disaksikan Anastas Mikoyan yang merupakan wakil perdana menteri Uni Soviet.

• Juni 1961 – Stadion renang yang berkapasitas 8 ribu penonton selesai dibangun. Bangunan ini terdiri dari kolam renang yang berluas 50 meter, kolam loncat indah, kolam pemandian dan juga terdapat khusus kolam anak.

• 25-12-1961 – Stadion Tenis yang berkapasitas 5.200 penonton selesai dibangun.

• Desember 1961 – Stadion Madya berkapasitas 20 ribu penonton selesai dibangun. Berdiri di area seluas 1.75 hektar dengan sumbu panjang 176.1 meter, sumbu pendek 124.2 meter dan dilengkapi dengan 2 tribun; tribun barat dengan kapasitas 8 ribu penonton dan tribun timur dengan kapasitas 12 ribu penonton.

• 21-5-1962 – Istora berkapasitas 10 ribu penonton selesai dibangun dan untuk pertama kalinya digunakan untuk penyelenggaraan kejuaraan dunia bulu tangkis putra memperebutkan Piala Thomas.

• Juni 1962 – Gedung Bola Basket berkapasitas 3.500 penonton selesai dibangun.

• 21-7-1962 – Stadion GBK yang berkapasitas 100.000 penonton selesai dibangun. Ciri khas bangunan ini adalah atap temu gelang berbentuk oval. Sumbu panjang bangunan (utara-selatan) sepanjang 354 meter; sumbu pendek (timur-barat) sepanjang 325 meter. Stadion ini dikelilingi oleh jalan lingkar luar yang sepanjang 920 meter. Bagian dalam terdapat lapangan sepak bola yang berukuran 105 x 70 meter, terdapat lintasan berbentuk elips, dengan sumbu panjang 176,1 meter dan sumbu pendek 124,2 meter. Stadion utama GBK ini yang kemudian tercatat sebagai stadion terbesar di Asia Tenggara dan salah satu yang terbesar di dunia.

• 24 Agustus 1962 – Pusat gedung televisi Republik Indonesia yang merupakan stasiun televisi pemerintahan pertama di Indonesia selesai dibangun dan juga resmi mulai dibuka.

Selain dari berbagai pembangunan gedung – gedung olahraga tersebut, Ir. soekarno juga membangun bangunan lainnya seperti patung selamat datang di bundaran HI dan juga jembatan semanggi. Patung selamat datang tersebut memang sengaja di buat oleh bung karno untuk menyambut tamu – tamu yang akan tiba di Jakarta dalam rangka pesta olahraga tersebut. Patung tersebut sengaja di buat menyerupai dua orang pemuda dan pemudi yang membawa bunga sebagai penyambutan tamu. Hotel Indonesia yang pada waktu itu merupakan sebuah pintu gerbang untuk mengakses ke dalam ibukota Jakarta dan juga merupakan pintu gerbang untuk masuk ke lokasi pertandingan yang akan diselenggarakan di istora senayan, Jakarta. Pada waktu itu, para tamu Asian games yang datang ke Jakarta akan masuk melalui bandara internasional kemayoran dan langsung menuju hotel Indonesia yang menjadi salah satu tempat penginapan untuk para atlet Asian games, sehingga sebelum mereka masuk kedalam hotel mereka akan mendapatkan sambutan patung selamat datang di depan hotel tersebut.

Pembangunan infrastruktur di Indonesia terbilang sangatlah singkat, ada yang siap dalam satu tahun, dan bahkan ada yang pembangunan yang siap dalam hitungan bulan. Melihat hal tersebut, utusan negara jepang untuk persiapan Asian games tahun 1962 berdecak kagum melihat bangsa Indonesia. “ ini bangsa yang luar biasa, bisa mempersiapkan segala hal dengan hitungan bulan, dengan membangun stadion besar sekaligus pemindahan penduduk tanpa adanya kericuhan. Kepimpinan yang sangat hebat”.

Selain persiapan dalam sarana dan prasarana, Presiden Soekarno melakukan persiapan lainnya dalam tubuh pemerintahaan pada saat itu. Demi kelancaran indonesia dalam menghadapi asian games. Ir.soekarno membentuk sebuah dewan asian games indonesia atau DAGI dengan melalui keputusan presiden nomor 79 tahun 1961 yang dikeluarkan pada tanggal 28 feb 1961. DAGI mempunyai tugas untuk lebih menjamin hasil yang dapat mengharumkan nama indonesia dalam perlombaan yang terdapat di asian games ke IV. Memusatkan segala kegiatan olahraga di indonesia untuk mendapatkan tim yang kuat dalam asian games, untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal pemerintah memberikan kuasa yang penuh kepada menteri pendidikan, pengajaran dan kebudayaan. Menteri penerangan yang merupakan sekertaris umum dari DAGI dan menteri pertanian merupakan ketua dari tim indonesia yang mempersiapkan semua ketentuan yang ditetapkan oleh DAGI.

Segalanya Tentang Asian games

INFOGRAFIK ASIAN GAMES 2018

Pelaksanaan Asian games tahun 1962 di Indonesia

Asian games IV di tahun 1962 waktu itu diikuti sebanyak 1.460 atlet yang mewakili 17 NOC Asia dengan 13 cabor seperti; atletik, akuatik, basket, tinju, balap sepeda, hoki, sepak bola, menembak, tenis meja, tenis, bola voli, dan gulat. Asian Games 1962 ini menyediakan 372 medali emas yang siap di perebutkan kala itu. Namun pada waktu itu, Indonesia yang merupakan tuan rumah dari Asian games tidak mengundang tim atlet dari negara Israel dan juga Taiwan yang juga merupakan anggota federasi Asian games, untuk menghormati negara arab dan juga negara tiongkok yang sedang memiliki hubungan diplomasi yang kurang baik atau tidak baik dengan negara Taiwan dan juga Israel.

Pembukaan Asian games tahun 1962 dilakukan pada tanggal 24 agustus dan di buka oleh presiden soekarno. Efendi Saleh adalah nama seorang pembawa obor pertama dalam Asian games di Indonesia tahun 1962. Asian games benar – benar sangat spesial bagi Indonesia sehingga prangko edisi khusus Asian games pun di terbitkan.

Hasil pertandingan akhir dari Asian games 1962 di Jakarta yang berhasil dimenangkan oleh tim negara jepang yang berhasil mengumpulkan emas sebanyak 73, 65 perak, dan 23 perunggu. Sedangkan Indonesia berada di posisi ke dua sebagai tuan rumah Asian games berhasil mengumpulkan emas sebanyak 21, 26 perak dan juga 30 perunggu. Posisi tersebut mengalahkan negara india, Filipina, dan juga korea selatan yang masing – masing mendapatkan total medali 52, 27, dan 15. Asian games 1962 di Indonesia merupakan sebuah titik balik masa kejayaan olahraga Indonesia di mata dunia. Hal ini tentu sesuai dengan visi presiden soekarno yang ingin membuktikan pada dunia bahwa Indonesia yang baru merdeka saat itu berprestasi di dunia olahraga. Tercatat hingga kini bahwa Asian games sudah ada 17 kali di laksanakan. Menurut informasi yang berhasil kami dapatkan dari sebuah situs resmi Asian games 2018, prestasi Indonesia di berbagai event Asian games sebagai berikut;

Prestasi Indonesia di Asian Games New Delhi 1951 : Indonesia berada di peringkat 7
Prestasi Indonesia di Asian Games Manila 1954 : Indonesia berada di peringkat 11
Prestasi Indonesia di Asian Games Tokyo 1958 : Indonesia berada di peringkat 14
Prestasi Indonesia di Asian Games Jakarta 1962 : Indonesia berada di peringkat 2
Prestasi Indonesia di Asian Games Bangkok 1966 : Indonesia berada di peringkat 6
Prestasi Indonesia di Asian Games Bangkok 1970 : Indonesia berada di peringkat 4
Prestasi Indonesia di Asian Games Teheran 1974 : Indonesia berada di peringkat 5
Prestasi Indonesia di Asian Games Bangkok 1978 : Indonesia berada di peringkat 7
Prestasi Indonesia di Asian Games New Delhi 1982 : Indonesia berada di peringkat 6
Prestasi Indonesia di Asian Games Seoul 1986 : Indonesia berada di peringkat 9
Prestasi Indonesia di Asian Games Beijing 1990 : Indonesia berada di peringkat 7
Prestasi Indonesia di Asian Games Hiroshima 1994 : Indonesia berada di peringkat 11
Prestasi Indonesia di Asian Games Bangkok 1998 : Indonesia berada di peringkat 11
Prestasi Indonesia di Asian Games Busan 2002 : Indonesia berada di peringkat 14
Prestasi Indonesia di Asian Games Doha 2006 : Indonesia berada di peringkat 2
Prestasi Indonesia di Asian Games Guangzhou 2010 : Indonesia berada di peringkat 15
Prestasi Indonesia di Asian Games Incheon 2014 : Indonesia berada di peringkat 17

Asian Games Ke – 18 Di Tahun 2018

Terdapat kabar baik dalam Asian games 2018 kali ini akan di adakan di Jakarta dan Palembang, Indonesia. Setelah 56 tahun berlalu Indonesia kembali terpilih sebagai tuan rumah Asian games yang ke 18 di tahun 2018. Asian games ke 18 di Indonesia akan digelar pada tanggal 18 Agustus sampai dengan tanggal 2 September 2018. Sebanyak 45 negara se-asia mengikuti Asian games yang ke 18 yang sudah resmi di umumkan oleh AGF (Asian Games Federation) di Indonesia seperti ; Afghanistan, Arab Saudi, Bahrain, Bangladesh, Bhutan, Brunei, Cambodia, China, Taipei, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Iraq, Japan, Jordan, Kazakhstan, Kuwait, Kyrgyzstan, Laos, Lebanon, Macau, Malaysia, Maladewa, Mongolia, Myanmar, Nepal, Korea Utara, Oman, Pakistan, Palestina, Filipina, Qatar, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Syria, Tajikistan, Thailand, Timor Leste, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Vietnam, serta Yemen.

Sangatlah menarik menunggu bagaimanakah prestasi Indonesia di Asian games 2018 yang berjalan jadi tuan rumah. Bila mengingat pada tahun 1962 di mana waktu ini Asian games ke – 4, Indonesia sukses merebut tempat runner-up. Tetapi ini yaitu 56 tahun waktu lalu, beberapa hal berubah, Paling utama bagaimana peserta yang turut mengambil bagian juga makin banyak. Kesempatan untuk setidaknya berada di posisi 5 besar juga telah sangatlah bagus. Terlebih negara – negara seperti China, jepang, india, serta korea yang senantiasa berambisi akhiri Asian games dengan jadi juara. Tidak heran juga bila persiapan yang dilakukan negara – negara itu juga sangatlah mengagumkan. Sekian kali dalam pantauan kami lihat pusat latihan yang dijalankan makin banyak serta pelatihan senantiasa terpusat dengan baik.

40 cabor asian games

Cabang Olahraga Baru Dan Lama Di Asian Games 2018 Indonesia
Berbagai jenis cabor ( cabang olahraga ) yang akan di pertandingkan. Keputusan resmi dari pihak Asian games federations (AGF) dengan 40 jenis cabang olahraga yang diputuskan dalam 36th OCA general assembly, di Ashgabat, Turkmenistan, pada tanggal 20 September 2017 lalu seperti berikut ini;

1. Aquatic : Swimming (Berenang) , Diving (Menyelam), Sync Swimming (Renang Indah, Water Polo
2. Archery (Panahan)
3. Athletics
4. Badminton (Bulu tangkis)
5. Baseball/Softball
6. Bola Basket
7. Bowling
8. Tinju
9. Bridge
10. Canoe/Kayak
11. Cycling
12. Equestrian / Olahraga Kuda
13. Fencing
14. Football
15. Golf
16. Gymnastic
17. Handball
18. Hockey
19. Jet Ski
20. Judo
21. Kabaddi
22. Karate
23. Martial Arts: Jujitsu, Pencak Silat, Wushu, Kurash, Sambo
24. Modern Penthathlon
25. Paragliding
26. Rowing
27. Rugby
28. Sailing
29. Sepak Takraw
30. Shooting
31. Sport Climbing
32. Squash
33. Table Tennis
34. Taekwondo
35. Tennis: Tennis, Soft Tennis
36. Triathlon
37. Volleyball
38. Weightlifting
39. Wrestling
40. Rollersport

40 jenis cabor ini menjadikan Asian games 2018 indonesia menjadi sebuah ajang yang paling banyak cabang olahraga yang akan di pertandingkan di Asian games kali ini.

venue-venue-jakarta-palembang-asian-games-2018

Venue – venue Asian games 2018 Jakarta

Dengan 40 jenis cabor yang akan di pertandingkan maka pastinya bakal menuntut banyak tempat atau lokasi untuk mengadakan event Asian games 2018 tersebut. Indonesia sudah merencanakan 2 kota untuk melaksanakan event terbesar di asia tersebut yaitu Jakarta dan Palembang. Beberapa lokasi di kota lain sebagai tuan rumah pendukung seperti Lampung, Jawa Barat, dan Banten. Sebanyak 40 Cabor akan dipertandingkan di Asian Games 2018. Dimanakah seluruh cabang olahraga itu dipertandingkan?

Untuk venue pertandingan event Asian games 2018 di Jakarta, kebanyakan terdapat di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, kawasan Pulo Mas, Jakarta internasional expo kamayoran, monument nasional, dan juga taman impian Ancol.

Untuk bagian kota sumatera selatan, pertandingan asian games ke 18 akan lebih banyak berlangsung di lokasi jakabaring sports complex. Untuk beberapa jenis pertandingan akan di gelar di jawa barat, tepatnya di kawasan sentul (Bogor), Bandung, dan juga Bekasi. Beberapa pertandingan juga akan dilaksanakan di kawasan BSD, Tangerang, Banten.

target-indonesia-di-asian-games
Target Indonesia Di Asian Games 2018 Jakarta – Palembang

Indonesia mempunyai target yang tinggi dalam Asian games 2018 kali ini, sebagai tuan rumah dari ajang 4 tahun sekali ini, Indonesia menarget masuk 10 besar. Demi kelancaran target Indonesia yang sudah di rancang sebelumnya, Target Indonesia bisa di bilang dapat tercapai dari sejumlah cabor unggulan Indonesia. Cabor seperti badminton dan angkat besi, masih menjadi andalan. Namun dalam Asian games kali ini, Indonesia sebagai tuan rumah akan berusaha untuk menambah raihan emas dari berbagai cabor yang akan dipertandingkan dalam Asian games 2018 tersebut.

Beberapa cabor seperti bridge, panjat tebing, hingga jet ski akan dimaksimalkan untuk dapat meraih emas. cabor-cabor unggulan tersebut adalah panahan bulu tangkis atletik, bowling, bridge, kano/rowing, sepeda, jetski, paragliding, pencak silat, panjat tebing, taekwondo, angkat besi, dan juga wushu.

Berikut ini merupakan cabor andalan Indonesia dalam mendapatkan emas di Asian games 2018;

Badminton

Badminton

Badminton atau bulu tangkis masih menjadi salah satu cabor andalan bagi Indonesia. Dari cabor ini, Indonesia menargetkan 2 emas di ajang bergensi kali ini. Potensi paling berpeluang masih datang dari ganda putra. Pasangan nomor satu dunia saat ini, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo, menjadi jagoan Indonesia. Selain ganda putra, di nomor ganda campuran menjadi andalan lewat pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Selain Marcus/Kevin dan Tontowi/Liliyana, Indonesia juga masih memiliki beberapa nama yang potensial lainnya. Pasangan senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berpeluang besar dalam menghasilkan dengan pengalaman mereka. Ada pula pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang penampilannya sedang menanjak. Ditambah lagi, Greysia bersama Nitya Krishinda Maheswari berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia di Asian Games Incheon 2014 lalu.

panahan

Panahan / archery
Indonesia menargetkan archery atau panahan dengan raihan satu emas dari cabor tersebut. Nama-nama seperti Riau Ega Agatha di putra dan Diananda Choirunisa di putri masih menjadi andalan Indonesia. Selain bermain di secara individual, Riau dan Diananda juga akan turun di nomor berkelompok.

Atletik

Atletik

Hanya satu emas yang ditargetkan Indonesia dari salah satu cabor dengan pertandingan terbanyak ini. Peluang emas muncul dari nomor lompat Jauh. Di cabor ini ada beberapa nama seperti Sapwaturrahman Sanapiah di putra dan Maria Londa Natalia di putri. Dan juga peraih medali emas di Asian Games Incheon 2014 lalu Mario Londa.

Bowling

Bowling

Pelatnas bowling Indonesia menargetkan satu medali emas di Asian Games 2018 ini. Target emas muncul dari sebuah tim. Saat ini, total ada 14 atlet dari nomor berkelompok di putra dan putri yang menjalani pelatnas bowling di Ancol, Jakarta Utara.

cabor-dayung

Kano/Rowing

Sebanyak 15 Pertandingan akan dipertandingkan di cabor dayung. Meski begitu, hanya satu medali emas yang ditargetkan dari cabang olahraga ini.

Bridge

Bridge

Bridge yang merupakan sebuah cabor yang baru dalam Asian games. Akan ada enam grup yang di pertandingkan, yaitu grup pria, grup wanita, grup campuran, grup supercampuran, ganda pria, dan juga ganda campuran. Indonesia menargetkan bridge untuk menambah perolehan emas.

PB Gabsi menyebut ke 6 grup ini memiliki peluang meraih medali. Meski begitu, hanya dua emas yang ditargetkan. Demi meraih target itu, cabang olahraga asah otak ini telah merekrut pelatih asing asal Polandia, Krzysztof Martens, untuk mengangkat atlet-atlet bridge yang tergabung di pelatnas.

Balap Sepeda

Balap Sepeda

cabor sepeda menargetkan raihan dua emas di Asian Games 2018. Raihan hasil yang positif di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur Malaysia, yang meraih dua emas dan perak, membuat cabor ini cukup optimistis memenuhi target dari indonesia. Nomor pertandingan track dan BMX menjadi adalah nomor andalan Indonesia. PB ISSI mengatakan Indonesia memiliki banyak atlet BMX yang sangat bagus. Nama-nama seperti Elga Kharisma, Rio Akbar, I Gusti Bagus Saputra, dan Toni Syarifudin sebenarnya bukan hanya atlet disiplin track karena disiplin mereka sebenarnya adalah BMX. Tapi, PB ISSI telah meminta mereka untuk turun pada pertandingan track dan juga BMX.

Jetski

Jetski

Dari cabor Jet Ski, Indonesia menargetkan dua emas. Juara Dunia 2014, Aero Sutan Aswar akan menjadi andalan Indonesia untuk menghasilkan emas di cabor ini, Saat ini, Aswar dan saudaranya, Aqsa Aswar berlatih langsung di Amerika Serikat.

Paralayang

Paralayang

Di cabor ini indonesia menargetkan satu medali emas di Asian Games 2018 ini. Andalan cabor ini ada di nama Rika Wijayanti yang baru saja menjadi juara di ajang World Cup Seri 1 di North Cyprus, Turki, pada bulan Februari 2018. Saat ini, Pelatnas cabor Paralayang berlatih rutin di daerah Cisarua, Bogor.

Pencak silat

Pencak silat

Pencak silat adalah salah satu cabor yang baru saja di pertandingkan di Asian games. Berstatus olah raga asli dari Indonesia, Indonesia menargetkan cabor ini sebagai lumbung medali. Catatan Indonesia di cabang ini sangatlah meyakinkan mengingat di sea games 2017, Indonesia berhasil meraih dua emas yang berhasil di raih oleh wewey wita di nomor tanding putri 50 – 55 kg dan dari tim putra di grup.

Panjat Tebing

Panjat Tebing

Panjat Tebing juga adalah cabor baru di Asian Games 2018. Indonesia memanglah cukup populer mempunyai atlet panjat tebing yang sudah professional. Terlebih berkaca pada hasil di Kejuaraan Dunia tahun lalu yang diikuti, kesempatan Indonesia dinilai cukup terbuka. Pada tahun 2017, Indonesia ikut di tiga kejuaraan dunia, dari tujuh kejuaraan dunia yang ada. Akhirnya juga tidak tidak sesuai harapan. Tampak tidak diunggulkan, Indonesia sukses merebut perak di dua turnamen, yaitu di Wujian serta Xiamen, Cina.

Medali dicapai dari speed melalui atlet perseorangan putra, Aspar Jaelolo. Aspar cuma kalah dari wakil Rusia dengan ketidaksamaan waktu 1/100 detik.

Sedangkan di tim putri, atlet Aries Susanti Rahayu juga bikin catatan mengesankan sepanjang masa latihan di pelatnas. Ia dapat mencatatkan kecepatan 6, 96 detik. Catatan itu ada diatas rekor dunia speed climbing putri dunia, yaitu 7, 38 detik, yang dipegang atlet negara Rusia.

Angkat Besi

Angkat Besi

Kepastian dari Komite Olimpiade Asia (OCA) untuk mempertandingkan angkat besi kelas 62 kilogram, membuka kesempatan Indonesia meraih emas di nomor ini. Indonesia memiliki Eko Yuli Irawan yang merupakan peraih perak di Olimpiade Rio 2016.
Indonesia juga memiliki atlet berpotensi seperti Deni dan Triyatno di nomor 69 kg. Ada juga Sri Wahyuni di nomor 46 kilogram Putri.

Wushu

Wushu

Dari cabor wushu, Indonesia memiliki lindswell kwok yang mempunyai kesempatan untuk meraih emas dalam cabor ini.

Taekwondo

Taekwondo

Indonesia menargetkan satu emas dalam cabor taekwondo di Asian games 2018 jakarta mendatang. Indonesia mempunyai atlet berkualitas seperti, Mariska Halinda di putri dan Ibrahim Zarman di putra. Yang keduanya meraih emas di nomor perorangan pada SEA Games 2017.

Demikian juga artikel kami yang membahas “ Segalanya Tentang Asian games “ ayo dukung tim nasional kita di Asian games 2018 jakarta – Palembang. Mari bersama kita berjuang demi harga diri dan martabat warga Indonesia yang pada dahulunya diperjuangkan oleh bung karno yang merupakan sosok presiden di Indonesia.

Copyright Agens128.co © 2016